Selasa, 04 Februari 2014

Tugas 1 II 3231 Interaksi Manusia dan Komputer dengan Antarmuka

Pada postingan kali ini, saya akan mencoba memaparkan tugas pertama saya mengenai Interaksi Manusia dan Komputer dengan Antarmuka. Pada tugas kali ini, saya diminta untuk mencoba membuat sebuah rangkaian dengan Arduino Uno di mana pengguna dapat mengontrol LED dengan pushbutton pada arduino.
Arduino sendiri merupakan mikrokontroller yang dibuat untuk desainer maupun artis.

Lalu, komponen apa saja yang dibutuhkan untuk membuat rangkaian yang dapat mengontrol LED dengan pushbutton? Berikut ini adalah daftar komponen-nya.
  1. 1 buah Arduino Uno beserta kabel konektor USB
  2. 1 buah PC Laptop/ PC Desktop yang sudah terinstal Arduino IDE (http://arduino.cc/en/Main/Software)
  3. 1 buah Resistor 10 Kilo Ohm (Untuk pengaman)
  4. Kabel jumper secukupnya
  5. 1 buah Push Button
  6. 1 buah lampu LED
  7. 1 buah breadboard
Setelah Anda mendapatkan komponen pada daftar di atas, selanjutnya Anda dapat memulai membuat rangkaian pada Arduino. Berikut ini adalah cara kerja pembuatan rangkaian.
  1. Pasang rangkaian seperti pada gambar di bawah ini. Hati-hati dengan pemasangan lampu LED. Kutub positif di pin 12 dan kutub negatif di pin 13.
  2. Nyalakan PC Anda. Buka program Arduino IDE. Masukkan kode program di bawah ini. Kemudian klik tombol verify pada program Arduino IDE Anda.
  3. Apabila program telah terverifikasi, sambungkan Arduino ke PC dengan menggunkana kabel kontektor USB. Klik tombol Upload pada Arduino IDE. 
  4. Selanjutnya Anda dapat mencoba hasil rangkaian Anda.
Saat tombol belum ditekan, hasilnya seperti pada gambar di bawah ini.

Kemudian, setelah pushbutton ditekan, maka hasilnya akan menjadi seperti pada gambar di bawah ini.

Apabila pushbutton ditekan kembali, maka LED akan mati kembali.

Sekian saja pemaparan saya mengenai tugas ini. Semoga bermanfaat bagi Anda yang membacanya. Tunggu postingan saya selanjutnya.

Referensi :Banzi,Massimo.2011.Getting Started with Arduino, 2nd Edition.U.S.A:O’Reilly Media, Inc

Credits to : Allah SWT, kedua orang tua saya, Pak Soni (selaku dosen mata kuliah), teman kelompok (Luthfi Al Fikri, Michael Yurry, Ryan Adi Wicaksana dan Faris Taufiq Zaqiy), teman-taman angkatan STI 2011, blogger.com, serta siapapun yang telah membantu terlaksananya tugas ini.

Senin, 23 Juli 2012

Shaum di Bulan Ramadhan (Bagian 2)

Rukun Shaum

  1. Berniat sejak malam hari
  2. Menahan, makan, minum, menyetubuhi istri di siang hari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari (Imsak)

Yang diberi kelonggaran untuk tidak Shaum Ramadhan

Orang Mukmin yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak shaum Ramadhan, tetapi wajib mengqadha di bulan lain, mereka itu ialah

  • Orang sakit yang masih ada harapan sembuh
  • Orang yang berpergian jauh (Musafir). Musafir yang merasa kuat boleh meneruskan shaum dalam safarnya (perjalanan), tetapi yang merasa lemah dan berat lebih baik berbuka, dan makruh memaksakan diri untuk shaum.

Orang Mukmin yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak shaum Ramadhan dan tidak wajib mengqadha di bulan lain, tetapi wajib fidyah (memberi makan sehari seorang fakir miskin) . Mereka itu ialah orang yang tidak lagi mampu mengerjakan shaum karena:

  • Umurnya sangat tua dan lemah
  • Wanita yang menyusui dan khawatir akan kesehatan anaknya
  • Wanita yang mengandung dan khawatir akan kesehatan dirinya
  • Sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh
  • Orang yang sehari-hari kerjanya berat yang tidak mungkin mampu dikerjakan sambil shaum, dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan.

Hal-hal yang membatalkan shaum

  • Sengaja makan dan minum di siang hari. Bila terlupa makan dan minum di siang hari, maka tidak membatalkan shaum.
  • Muntah dengan disengaja. Bila muntah secara tidak sengaja, maka tidak membatalkan shaum.
  • Dengan sengaja menyetubuhi istri di siang hari. Selain membatalkan shaum, terkena hukuman lain berupa : memerdekakan seorang hamba, bila tidak mampu maka shaum dua bulan berturut-turut, dan bila tidak mampu, maka memberi makan enam puluh orang fakir miskin..
  • Bagi wanita, datang bulan di siang hari


Minggu, 22 Juli 2012

Shaum di bulan Ramadhan (Bagian 1)

 Masyru'iyat Shaum di bulan Ramadhan
Surah Al-Baqarah ayat. 183
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian puasa, sebagaimana diwaibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa. (Surah 2:183)
1. Puasa Ramadhan hukumnya Fardu'Ain.
2. Puasa Ramadhan disyariatkan bertujuan untuk menyempurnakan ketaqwaan.
Bulan Ramadhan adalah :
  • Bulan yang penuh Barakah
  • Pada bulan ini pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup
  • Pada bulan ini setan-setan dibelenggu
  • Pada bulan ini terdapat Lailatul Qadr, yaitu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan.
  • Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat maksiat agar menahan diri.  
Keutamaan beramal di bulan Ramadhan antara lain
  • Amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah Ramadhan yang lewat sampai dengan Ramadhan berikutnya
  • Menjadikan bulan Ramadhan memintakan syafaat
  • Khusus bagi yang puasa disediakan pintu khusus yang bernama Rayyaan untuk memasuki surga.

Senin, 16 Juli 2012

Panduan Transportasi di Bandung dari 6 titik ke kampus ITB

PANDUAN TRANSPORTASI SELAMA DI BANDUNG. dari 6 titik ke kampus ITB dan sebaliknya 
1. stasiun Bandung (st. hall)–ITB
keluar stasiun di pintu selatan–> naik angkot hijau jurusan dago-stasiun dgn ongkos 2.500

2. ITB– stasiun Bandung (st. hall)

gerbang ganesha–>jalan ke arah timur ke pertigaan RS. Borrmeus–>naik angkot dago-stasiun dgn ongkos 2500

3. terminal caheum—ITB

keluar terminal –> naik angkot caheum-ledeng, tarif 3.000

4. ITB–terminal caheum

gerbang ganesh–>jalan kea rah kebun binatang –> naik angkot caheum-ledeng warna hijau kea rah caheum, tarif 3.000

5. terminal leuwi panjang—ITB

> Dengan Bus Damri : naik damri leuwi panjang-dago, turun di jalan ganesha (tarif 2 rb)
> Dengan Angkot : terminal leuwi panjang –> terminal kalapa (*naik nagkot soreang – kalapa | warna : kuning hijau | tarif 3000) –> dago, turun di jalan ganeca (*naik angkot kalapa – dago | warna : hijau orange | tarif 3 rb)
>Dengan Taxi : tarif sktr 25-30 rb sampe ke ITB, jka diisi 4 orang. maka tarif per orang sktr 6-7,5 rb.

6. ITB–terminal leuwi panjang

>Dengan bus Damri : jalan ke DU, naik damri ke arah leuwi panjang. turun di terminal (tarif 2 rb)
>Dengan Angkot : ke simpang dago (naik angkot sadang serang | warna biru | tarif 1000) –> terminal kalapa (*naik angkot kalapa – dago | warna : hijau orange | tarif 3 rb) –> terminal leuwi panjang (*naik nagkot soreang – kalapa | warna : kuning hijau | tarif 3000)
>Dengan Taxi : tarif sktr 25-30 rb sampe ke ITB, jka diisi 4 orang. maka tarif per orang sktr 6-7,5 rb

——————————
——————————————————

*naik taksi memang sdkt lbh mahal, tapi jauh lbh cepat. angkot dan damri sktr 1 jam, taxi bisa < 30 menit


7. st. kiara condong—ITB

keluar stasiun–>naik angkot ruing-dago warna putih kea rah dago, tarif 3000–>turun di pasar simpang dago (McD) –>naik angkot kalapa-dago warna hijau ke arah dago, tariff 1000–>turun RS. Borromeus–>jalan ke ITB

8. ITB–st. kiara condong

gerbang ganesha–>jalan ke kebun binatang –> naik angkot caheum-ledeng warna hijau arah caheum–> turun pusdai, tarif 1.500 –> naik angkot warna cokelat, ciwastra –> turun stasiun, tarif 2.000
Gerbang ganesha–>jalan kea rah RS. Borromeus–>naik angkot kalapa-dago warna hijau ke arah dago, tarif 1000–> naik angkot warna putih, riung-dago ke arah riung –> turun stasiun, tarif 3.000

9. bd. husein—ITB

Pintu keluar bandara–>jalan–>naik angkot biru muda, sd serang-caringin, arah sadang serang–>tururn ITB, tarif 3000

10. ITB–bd. husein

gerbang ganesha–>jalan ke arah kebun binatang –> naik angkot warna biru muda, sd serang-caringin, arah caringin –> turun di pertigaan pintu gerbang masuk bandara, tarif 2.000/2.500 –> jalan

11. bd. soetta—ITB

Esit tol pasteur –> jalan pasteur –> belok kiri ke jalan kebon bibit –> jalan taman sari –> ITB

12. ITB–bd. soetta

ITB –> jalan Ir H Djuanda –> jalan layang pasupati –> jalan pasteur –> tol pasteur